oleh: INDRA RANI
waktu itu, siang mengamuk dan memanggang manusia dengan radiasi matahari yang membuat kulit melepuh seketika. dengan kulit kering dan bibir pecah-pecah, disertai sedikit kilasan bau kesturi aku dengan berat melangkahkan kaki di jalanan jang menanjak menuju ke tempat yang ada hotspotnya.
laptop jadul yang terkenal dengan reputasinya yang berat terasa sangat membebani, seperi lansia yang nangkel di punggungku. perlahan tapi pasti akhirnya aku sampai ditempat biasa aku berhotspot ria, napas ngos-ngosan dan keringat mengucur, paling mantap emang minum teh botol dingin... brrrrrr... pasti langsung seger, tapi hal itu jelas gak aku lakukan, bukan karena gak ada penjualnya atau bukan karena ini bulan puasa. ini lebih karena aku cuman mengantongi uang seribu rupiah aja. jangan tanya kenapa aku cuman punya duit seribu, kebokean sudah melekat pada diriku, semacam kutukan atas semua dosa yang pernah kuperbuat. aku sudah mengalami berbagai hal dengan kantong yang kosong.
kantong yang kosong sebenarnya bener-bener sempet bikin aku frustasi dan bikin aku kehilangan motivasi untuk menjalani hari, biasanya kalo kantong kosong aku bakalan langsung selimutan di kasur, nunggu seseorang mengulurkan bantuannya. hahhahah... itulah yang sering terjadi padaku, tetapi pada suatu hari aku lantas berpikir bahwa aku tidak bisa terus begini. makanya aku bekerja keras untuk nyari seseorang atau perusahaan yang mau memperkejakanku.
perjalanan demi perjalanan mencari uang ternyata tidak memberikan hasil yang baik, aku biasanya gak cocok dengan perusahaan-perusahaan itu, aku gak tahu kenapa, tapi ada sesuatu yang mengganjal di hati, berat rasanya bekerja seperti itu. akhirnya karena terlilit masalah finansial yang berat, aku memutuskan untuk mengalihkan perhatianku hanya kepada hal-hal yang abstrak saja, hal-hal yang berbau kebendaan sebaiknya kukesampingkan semenjak aku gak punya uang untuk ditukarkan dengan benda. ada orang bilang, bahwa nyari uang emang susah, tapi kalau dicari terus, dia pasti ketemu juga. aku tidak cukup sabar mencari uang, gimana bisa sabar? menahan rasa haus dan rasa lapar sampai menemukan uang bukanlah ide yang menyenangkan. jadi kuputuskan untuk mencari pengalih perhatian dari hal-hal yang bersifat materi kedalam hal-hal yang bersifat spiritual, tapi itu hanya sampai aku menjadi kaya raya dan menjalani hidup dengan berfoya-foya, sampai hari datang menjemput, aku akan bersabar dan menahan semua keinginan akan hal-hal material.
nah, sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari masalah keuangan dan hantaman rasa lapar yang kian menjadi, aku biasanya nonton tivi, maen game dan baca buku, kadang juga aku berjalan kaki agak jauh untuk menemukan tempat dimana ada wireless connection gratis dan memulai ritual download game, video atau juga sekadar main fb. hari ini adalah hari-hari dimana aku mulai bosan di ruangan tertutup nan gelap yang disebut dengan kosan, tapi aku lebih suka menyebutnya liang hobbit, karena kosanku menurutku adalah kosan yang tidak layak dihuni oleh manusia, jangankan manusia, binatang juga tidak layak menghuni tempat itu.. ah kemalangan yang tidak pernah berakhir.....
jadi disitulah aku siang itu, dengan baju yang terbuat dari kain rombeng yang sudah apek, baju yang penuh tambalan disana-sini dan benang jahitannya sudah mencuat kesana kemari. aku duduk menyender ke tembok, menyalakan laptop yang bunyinya berisik karena berasal dari jaman purba. angin kering bertiup kencang menyapu bibirku yang semakin kering setiap waktu, aku menjilati bibirku sendiri berharap agar dia tidak kelihatan begitu kering. tapi semua sia-sia belaka, bibirku tetap keras dan kering yang akhirnya kuabaikan.
di tengah keasikan main internet, seorang penjual bakso lewat lengkap dengan bau harum bakso yang sangat menggoda, aku melirik gerobak bakso itu, melihat dengan penuh kebencian, bau bakso itu jelas merangsang perutku yang sakit karena lapar. aku menatap gerobak itu beberapa saat lagi hanya untuk menyiksa perutku dan menambah kepedihan batinku yang merasa tidak becus mengurus perut sendiri, penjual bakso itu sendiri terus celingukan sana sini berharap ada pembeli. aku sangat ingin menhujamkan pisau ke dada si penjual bakso dan mencuri minimal satu mangok bakso yang dijualnya, tapi apa daya aku bukan pembunuh keji.
penyiksaan itu berlangsung beberapa menit sebelum akhirnya gerobak bakso itu hilang dari pandangan, bau bakso itupun sudah semakin berkurang sampai beberapa detik kemudian menghilang sama sekali. aku akhirnya bisa kembali tenang melakukan keasikan berinternet, atau tadinya kupikir begitu, karena ternyata aku tidak bisa berkonsentrasi sama sekali terhadap apa yang kulakukan, di dalam pikiranku sekarang hanyalah semangkuk bakso yang panas dan pedas, OH!
aku lalu mengakhiri kegiatanku dan mengemasi laptopku kedalam tas ranselku, dengan cemberut dan muka jelek, aku lalu berjalan dengan gontai kembali menuju kosan. di kosan memang suntuk, tapi setidaknya aku bisa tiduran di kasur sambil memegangi perutku yang perih. baru beberapa langkah, temanku entah dari mana datangnya, muncul disebelahku dan menepuk bahuku yang semakin turun karena badanku pada dasarnya kekurangan nutrisi. temanku itu menanyakan kabar yang kujawab dengan tidak fokus dan asal karena pikiranku masih berada pada semangkuk bakso.
temanku tampak ceria dan segar, bibirnya merekah dan merah menandakan dia sedang dalam kondisi baik, rambutnya bersinar dan megar indah pertanda dia rajin merawatnya, entah dengan lidah buaya dari halam rumahnya atau dia memang sering ke salon. terpikir dalam benakku untuk mengelabui temanku itu, aku akan mengelabui dia untuk mendapatkan apa yang aku mau.
"eh, seger amat! ngapain disini?", aku memulai pembicaraan dengan nada manis dan halu
"iya mau hotspotan", dia jawab seperlunya aja
"hotspotan di tempat yang hot, enaknya minum teh botol", aku ngomong lagi, menunggu reaksi dari temanku yang lumayan dekat itu, tapi dia hanya diam saja dan mulai melangkah menjauhiku mendekati tembok yang tadi kutinggalkan. aku membuntuti cewek itu dari belakang.
"beli teh botol gak?", aku bertanya sambil berusaha mengiringi langkahnya, sekarang dia sudah sampai ke tembok tempat tadi aku main internet, dia duduk nyender di tembok dan mulai mengeluarkan laptopnya, aku otomatis ikut berjongkok disebelahnya. dia menoleh pdaku sambil mengeluarkan uang sepuluh ribu.
"nih beli dua", temanku yang baik hati itu menyerahkan uangnya padaku
tanpa basa-basi aku menerjang uang itu dan menuju warung terdekat membeli sebotol teh botol dan air aqua gelas satu. kuserahkan teh botol itu pada temanku, kuminum aqua gelasku untuk menghapus dahaga, kuserahkan uang kembalian temanku lima ribu rupiah.
harga teh botol 2500, jadi kalau dua botol jadi 5000.... makanya aku kembaliin uangnya 5000 aja, harga aqua gelas cuman 500 perak jadi aku mengantongi uang 2000 dari temanku, ditambah uang yang aku punya jadi total 3000, sekarang aku bisa membeli semangkok bakso........
jadi tips pertama kalau gak punya duit adalah, selalu minta traktir sesuatu sama teman kamu, dan selalu beli segala sesuatu yang lebih murah. contohnya, mending beli aqua gelas daripada teh botol, jadi sisa uangnya bisa dicomot........
No comments:
Post a Comment